Berita Unik dan Terpopuler Hari Ini

Temukan Ragam Berita Unik dan Terpopuler Hari Ini

Pemindaian MRI Perlihatkan Kanker Hidup dari Makan Gula Olahan

Sel kanker
Ilustrasi sel kanker menyerap glukosa dari aliran darah

Apa yang sering kita makan juga berpengaruh besar terhadap kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Meski tahu akan dampaknya, sebagian besar orang masih tidak memedulikan akan konsekuensi dari mengonsumsi makanan-makanan yang kurang bersahabat dengan tubuh. Jenis makanan yang tinggi lemak dan gula masih sangat populer di kalangan masyarakat.

Sebuah studi yang pernah dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa sel-sel kanker tumbuh dan berkembang dari asupan gula olahan yang dikonsumsi oleh manusia.

Dalam makalah yang diterbitkan Nature Medicine, para ilmuwan mengonfirmasi bahwa gula olahan adalah salah satu kekuatan pendorong utama di balik pertumbuhan dan penyebaran tumor kanker. Hasilnya sangat meyakinkan, karena hal ini telah dibuktikan pula melalui skrining atau pemindaian secara medis pada tubuh manusia.

University College London (UCL) di Inggris membuat penemuan ini setelah bereksperimen dengan metode deteksi kanker terbaru yang melibatkan penggunaan dari magnetic resonance imaging (MRI). Para ilmuwan membuat kepekaan pemindai MRI untuk mencari glukosa khusus dalam tubuh.

“Teknik baru, yang disebut ‘transfer saturasi pertukaran kimia glukosa’ (glucoCEST) ini, didasarkan pada sebuah fakta bahwa tumor mengkonsumsi lebih banyak glukosa (sejenis gula) daripada jaringan normal dan sehat guna mempertahankan pertumbuhannya,” seperti dijelaskan dalam pengumuman UCL.

Dari hasil penelitian yang diberikan oleh universitas tersebut, tercatat bahwa tumor muncul menyerupai “gambar terang” pada alat pemindai. Hal ini lantaran adanya kandungan tinggi glukosa yang ada di dalam tubuh.

Ketika pemindaian kanker secara tradisional dilakukan, penggunaan suntikan radiasi dosis rendah digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan tumor. Hal ini masuk akal, mengingat radiasi adalah penyebab kanker yang telah diketahui, tetapi suntikan seperti demikian tidak optimal karena efek samping potensial.

Namun, metode ini bekerja karena hal-hal yang memicu dan meningkatkan kanker untuk berkembang dan menyebar juga dapat digunakan oleh dokter untuk mendeteksi perkembangannya di dalam tubuh. Dalam hal ini, gula juga digunakan dalam daftar proses pengujian,

“Metode ini menggunakan suntikan gula normal dan dapat memberikan alternatif yang murah dan aman selain metode yang ada untuk mendeteksi tumor, yang memerlukan injeksi bahan radioaktif,” kata Dr Simon Walker-Samuel, ketua peneliti studi dari Pusat UCL untuk Pencitraan Biomedis Lanjutan (CABI).

Satu hal paling mengejutkan seperti yang dilaporkan oleh penulis senior studi ini, adalah bahwa jumlah gula dalam “setengah batang cokelat ukuran standar” merupakan ukuran yang diperlukan untuk secara efektif mengidentifikasi keberadaan tumor menggunakan metode glucoCEST. Temuan ini mencengangkan, karena menunjukkan bahwa jumlah gula yang relatif rendah pun berpotensi meningkatkan proliferasi kanker.

UCL bukan sumber pertama yang menghubungkan gula olahan dengan penyakit seperti kanker. Robert H. Lustig, M.D. dan Profesor Pediatri di Divisi Endokrinologi di Universitas California, San Franciasco (UCSF), mengutip bahwa sebagian besar penyakit kronis yang lazim saat ini disebabkan oleh konsumsi gula. Lustig adalah penulis terkenal “Sugar: The Bitter Truth“, dan berbicara secara terbuka dalam video untuk menggambarkan temuannya di bawah ini:

Penyebab utama mematikan gula meliputi: gula putih dan tepung, makanan manis dan olahan, serta makanan cepat saji. Cara pemecahannya dalam tubuh (dibandingkan dengan sumber alami fruktosa dari buah), adalah sumber glukosa tidak alami ini menyebabkan peningkatan hormon untuk dilepaskan (khususnya insulin), dan pada dasarnya, juga merupakan sinyal untuk sel-sel kanker untuk waktunya makan dan terus tumbuh menjadi besar dan membesar.

Lewis Cantley, kepala Pusat Medis Beth Israel Deaconess (BIDMC) di Universitas Harvard, berbagi selama sesi CBS mewawancarai hubungan kanker-gula: “Apa yang mulai kita pelajari adalah bahwa insulin dapat menyebabkan efek buruk pada berbagai jaringan, dan perhatian khususnya adalah kanker. “

“Jika Anda punya tumor yang memiliki reseptor insulin, maka itu akan distimulasi untuk mengambil glukosa yang ada dalam aliran darah,” lanjutnya. “Jadi bukannya diolah menjadi lemak atau otot, glukosa ini justru masuk ke tumor, dan tumor menggunakannya untuk tumbuh.”

Sumber-sumber ini menyimpulkan dan menyampaikan pentingnya memilih makanan yang sehat, tidak diproses, dan terutama nabati untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Biasakan untuk mengonsumsi makanan alami hijauan, sayuran, dan protein nabati, sambil pula mengurangi jumlah makanan olahan yang kita konsumsi. Sebelum terlanjur jadi penyakit parah, tubuh masih akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri jika gaya hidup giat diterapkan.

Tags: