Berita Unik dan Terpopuler Hari Ini

Temukan Ragam Berita Unik dan Terpopuler Hari Ini

Adalah Gula, Bukan Lemak, Penyebab Utama Penyakit Jantung

Penyebab penyakit jantung
Makanan dengan kandungan banyak gula

Pada tahun 1970-an, para ilmuwan sudah pernah menyatakan bahwa gula dan rendahnya asupan serat adalah faktor utama terjadinya penyakit jantung. Tetapi di waktu yang sama, muncul pula gagasan bahwa asupan berlebih asam lemak jenuh adalah faktor utama pula yang menyebabkan masalah terkait jantung.

Penelitian lebih lanjut terkait faktor utama penyebab sakit jantung di atas kemudian mengalami kebuntuan dari sekitar tahun 1974 hingga 2014. Penelitian lain menunjukkan bahwa klaim tentang lemak jenuh penyebab jantung terlalu dilebih-lebihkan.

Gula Dan Penyakit Jantung

Dr. John Yudkin pernah menerbitkan sebuah buku pada tahun 1972 yang menyimpulkan bahwa gula berhubungan erat dengan banyak penyakit, tetapi yang paling penting dalam hal ini adalah penyakit jantung. Namun bukti yang dipaparkan masih belum cukup kuat, penelitian tidak menemukan hubungan yang jelas antara gula dan penyakit jantung.

Karena itu, hipotesis Dr. Yudkin tidak banyak diminati atau daya tarik di kalangan ilmuwan-ilmuwan lainnya. Namun akhirnya terkuak bahwa, industri gula telah membayar para peneliti untuk menerbitkan makalah yang menunjuk pada lemak jenuh sebagai penyebab penyakit jantung. Skandal itu heboh pada tahun 2016.

Namun sebelumnya, pada tahun 2014, Dr. Frank Hu dan rekan-rekannya menemukan hubungan antara diet tinggi gula dan risiko kematian akibat penyakit jantung yang lebih besar. Studi 15 tahun menemukan bahwa orang dengan 17% hingga 21% kalori dari tambahan gula memiliki risiko 38% lebih tinggi meninggal dibandingkan dengan mereka yang memiliki jumlah lebih rendah.

“Pada dasarnya, semakin tinggi asupan gula tambahan, semakin tinggi pula risiko penyakit jantung seseorang,” kata Dr. Hu kepada Harvard Health. “Bagaimana gula mempengaruhi kesehatan jantung masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi yang jelas semua itu memiliki beberapa koneksi secara tidak langsung. Misalnya, jumlah gula yang tinggi dapat membebani hati. Hati kita memetabolisme gula dengan cara yang sama seperti alkohol, dan mengubah karbohidrat makanan menjadi lemak, ”kata Dr. Hu.

Akhirnya, semua itu menyebabkan kelebihan dan akumulasi lemak, yang mengarah pada penyakit hati berlemak dan diabetes, serta meningkatkan risiko penyakit jantung. Gula yang terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah dan peradangan serta menyebabkan kenaikan berat badan.

Skandal Penelitian

Skandal itu muncul pada tahun 2016 dengan hadirnya sebuah makalah yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine tentang pengaruh penelitian yang didanai industri makanan. Analisis menunjukkan bahwa kelompok gula telah membayar ilmuwan Harvard, untuk menerbitkan ulasan tentang gula, lemak, dan penyakit jantung.

Studi yang dipilih meminimalkan hubungan antara gula dan penyakit jantung dan berfokus pada lemak jenuh. Analisis tersebut menyerukan agar para pembuat kebijakan memberikan bobot yang lebih kecil untuk studi-studi yang didanai industri ini.

“Mereka mampu menggagalkan diskusi tentang gula selama beberapa dekade,” Stanton Glantz, salah satu penulis makalah, mengatakan kepada New York Times.

Asosiasi Gula menanggapi klaim tersebut dengan pernyataan yang mengatakan mereka seharusnya memiliki transparansi yang lebih besar. Mereka mengatakan ulasan itu diterbitkan ketika jurnal medis biasanya tidak memerlukan pengungkapan dana.

Pada tahun 2018, makalah-makalah lain muncul yang menentang klaim tentang industri ini. Para penulis menyarankan bahwa “tidak ada senjata api” atau konspirasi yang melibatkan industri dalam pendanaan atau menekan efeknya pada penyakit jantung.

Mereka bersikeras menekankan bahwasanya timnya tidak membela industri gula, tetapi hanya menyarankan klaim tidak memperhitungkan standar penelitian saat itu.

Apa pun keterlibatan industri, sekarang jelas melalui ilmu pengetahuan bahwa adalah gula, bukan lemak jenuh, yang dapat menyebabkan dan menjadi penyebab utama penyakit jantung.

Tags: